Senin, 26 Januari 2009

Modus penipuan


Saya rasa penting bagi saya untuk menyampaikan modus dan juga kronologis penipuan yang dilakukan oleh APSK.

APSK menjadi member milis indotarot dan mengkopi semua email member melalui messege yang ada dan menghubungi secara pribadi ke masing-masing member.

Saya adalah orang terakhir yang dihubungi oleh APSK melalui chatting YM itupun karena Denny, salah satu murid mengenalkan ke saya. Sehingga terjalinlah komunikasi singkat yg terjadi pada malam hari, Jumat malam, 2 Januari 2009.


Saya rasa penting bagi saya untuk menyampaikan modus dan juga kronologis penipuan yang dilakukan oleh APSK.

APSK menjadi member milis indotarot dan mengkopi semua email member melalui messege yang ada dan menghubungi secara pribadi ke masing-masing member.

Saya adalah orang terakhir yang dihubungi oleh APSK melalui chatting YM itupun karena Denny, salah satu murid mengenalkan ke saya. Sehingga terjalinlah komunikasi singkat yg terjadi pada malam hari, Jumat malam, 2 Januari 2009.

Di dalam percakapan singkat tersebut APSK mengaku sebagai anak indigo yang memiliki kemampuan menerawang dan dia meminta saya melihat kepribadian dia. Berdasarkan tanggal lahir dia, dengan metode Mahakalachakra saya mengutarakan kecenderungan sifat apa saja yang dia miliki. Kemudian dia bilang bahwa dia juga bisa menerawang dan menanyakan tanggal lahir saya.

Ketika saya berikan tanggal lahir saya, dengan HANYA hitungan detik saja dia bisa menyebutkan hari weton saya. Saya curiga dan saya langsung menduga bahwa dia pastinya menggunakan applikasi ramalan yang ada di www.primbon.com di bagian ramalan hari weton (di www.primbon.com di ramalan hari weton, jika kita masukan tanggal lahir dan thn lahir maka dengan perhitungan komputer hari weton kita dan ramalannya bisa keliatan dalam hitungan detik). Seperti yang sudah diperhitungan oleh saya, dia membaca hasil ramalan tersebut dan mengaku itu hasil terawangan dia. Entah dia tidak sadar atau memang bodoh bahwa pada waktu yang bersamaan saya juga membuka www.primbon.com Ingat!! Kita berdua berkomunikasi melalui Yahoo Messenger dan itu berarti kita tengah sama-sama di dunia maya.

Saya memuji ketepatan ramalan dia, tentu saja untuk menyindir dia. Sekali lagi saya konfirmasi ke APSK apakah memang itu hasil terawangan dia. Dia bilang iya. Dengan bangga dia bilang dia itu memang anak indigo. Respon yang aneh seperti ini menyakinkan saya bahwa ada yang salah dengan dirinya. Maka Sabtu pagi hari sekali saya sms ke murid-murid tarot saya untuk memberi peringatan agar menghindari APSK.

Respon berdatangan, termasuk juga AR, teman saya. Isinya sama, semua pernah dimintai kartu tarot dan malah ada yang dimintai duit kepada salah satu murid saya dan berhasil menipu Rp.300.000. Malah ke AR dia mengaku sebagai murid saya. Ini benar-benar keterlaluan dan merasa saya memiliki tanggung jawab moral untuk menyingkirkan/mem banned APSK. Sayangnya, APSK menghubungi saya yang terakhir sehingga korban-korban sudah berjatuhan.

Moral dari kasus ini adalah:
Janganlah anda dengan mudah mempercayai orang asing dan menilai hanya dari segi ucapan, penampilan fisik dan juga pakaiannya.Di dunia internet sama juga dengan dunia nyata dimana serigala-serigala berbulu domba banyak berkeliaran. Apalagi orang yg memiliki kelainan mental semacam psychopath layaknya Ryan tidak bisa terdeteksi hanya dari penampilan luarnya. Pergunakan naluri dan kepekaan mata hati anda untuk menilai. Naluri/insting dan mata hati anda yang tajam tidak pernah tertipu penampilan luar manusia.

Semoga kejadian ini bisa menambah pengalaman dan wawasan hidup kita selanjutnya.



PriyaShiva Akasa
www.indotarot.com

Read More......

Gara-Gara Hp

Di dusun Sewu Lugu, yang baru saja terkena imbas teknologi informasi sedang keranjingan handphone. Maklum, namanya juga dusun terpencil di Kutoarjo, desanya sepi penuh dengan papringan (pohon bambu) yang tiap malam mengeluarkan bunyi deritan khasnya, jadi kehadiran HP yang mestinya sejak 10 th lalu ikut menyemarakkan dunia telekomunikasi, baru nge'tren' sekarang ini.


Di dusun Sewu Lugu, yang baru saja terkena imbas teknologi informasi sedang keranjingan handphone. Maklum, namanya juga dusun terpencil di Kutoarjo, desanya sepi penuh dengan papringan (pohon bambu) yang tiap malam mengeluarkan bunyi deritan khasnya, jadi kehadiran HP yang mestinya sejak 10 th lalu ikut menyemarakkan dunia telekomunikasi, baru nge'tren' sekarang ini.
Seorang yang semula tukang bangunan di Jakarta sana, telah kembali pulang setelah sekian lama merantau. Pastinya pulang dengan membawa segudang ‘kecanggihan' yang akan diperkenalkannya pada desa asalnya. Jaketnya yang entah berapa lama tidak dicuci, ditempeli aneka emblem Nazi, tanpa tahu artinya, kupingnya ditindik sampai tiga, sambil tak lupa menyumpalkan handsfree yang terhubung dengan handphone di pinggangnya. Entah ada yang telepon atau tidak, menurut orang-orang yang berpapasan Wakidan selalu nyerocos seperti orang kesambet, ngomong sendiri sambil sesekali tertawa ngakak.
"Halah Dan... gayamu ini lho, sudah seperti orang gak doyan nasi" kata Tarmono, rekan sepermainannya yang kini nyambi jadi kuli panggul di Pasar Kliwon.
"Lho, sapa bilang? Gaya seperti ini bukan apa-apa kalau di kota...! Sekarang ini Hape penting buat komunikasi" jawab Wakidan sambil melepas handsfree yang dari tadi pagi belum dicopot lantaran takut mati gaya.
"Wong komunikasi, tinggal mbengok aja kok repot, atau tinggal ngomong, ndak bayar. Lagian, kalau gayamu seperti itu ya ndak cocok tho Dan, wong pakai pit (sepeda) pancal kok kuping disumpal. Kalau tumpakanmu itu mobil, atau minimal motor bebek, masih pantes..." kata Tarmono sambil mengusir lalat yang nempel di hidungnya yang jauh dari bangir (mancung)
"Kalau kita seperti itu terus ndak bakal maju-maju Tar, bisa ketinggalan, opo kamu mau selamanya seperti katak dalam tempurung ?" Wakidanpun tak mau kalah menggunakan pengibaratan yang dia dapatkan sewaktu SD dulu.
Tak urung, Tarmonopun mulai kemakan kata-kata Wakidan, hingga pada akhir perjumpaan, idealisme Tarmono sebagai pemuda kampung mulai mengendur.
"Memangnya, berapa tho, harga handphone seperti punyamu ?"
Alhasil, meski harus merelakan kambingnya yang baru beranak senilai 900 ribu, Tarmonopun sudah bisa bergaya ala orang kota. Bahkan beberapa warga berhasil diprovokasinya. Kini, mereka jadi jarang ketemu muka, bahkan untuk berbicara ketika mereka nyawah (di sawah) dan angon (menggembala) kambing atau kerbaupun pun mereka lakukan dengan bertelepon. Katanya sih ngirit tenaga, maklum jarak antar sawah yang satu ke sawah yang lain lumayan, atau jarak tegalan yang satu dan yang lain lumayan jauh. Jadi sambil duduk-duduk di bawah pohon sengon ataupun di punggung kerbau mereka asyik telepon satu sama lain dan tertawa cekakakan sampai membuat binatang gembalaan nyaris tersedak waktu merumput. Maklum juga, namanya juga demenyar (demen nek anyar= seneng ketika masih punya barang baru).
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan Tarmonopun kian merasakan krisis akibat memiliki handphone. Kebunnya terbengkalai karena dana untuk beli pupuk terpakai untuk beli pulsa hanphone, kambingnya mati satu karena tak diperhatikan lagi jadwal makannya lantaran keasyikan ngobrol dengan temannya, dan juga dipecat dari kuli panggul di pasar Kliwon lantaran sering datang kesiangan akibat keasyikan ngobrol "free talk" di jam 12 malam sampai subuh dengan Waridah, pujaan hatinya yang juga telah memiliki handphone serupa. Sampai suatu hari, Tarmonopun muntah-muntah, perutnya seperti balon yang digembungkan, kepalanya kliyengan seperti habis minum ginseng oplosan. Menurut Pak dokter di puskesmas, itu lantaran Tarmono kebanyakan begadang, makan nggak teratur hingga menderita masuk angina akut.
Tarmonopun akhirnya sadar, tak selamanya kecanggihan teknologi berakibat baik untuknya. Lalu kepada teman-temannya dikirimlah SMS yang berbunyi "Mulai besok, AQ gak mw pake HP ini, AQ masih ingin ngurusi kambing-kambingku yang kemarin terlantar karena gak kuperhatikan, mau ngurusi kebon lagi yang kemarin sempat layu karena uang beli pupuk habis untuk beli pulsa, dan mau meneruskan profesi di pasar Kliwon yang kemarin terhenti karena AQ bangun kesiangan. Harap maklum. Tq.
Kepada pujaan hatinya, Waridah, diapun berSMS " Nduk, aku gak mw pake HP lagi, merepotkan. Mulai sekarang AQ akan ngapel aja ke tempatmu, gak usah ngobrol malam-malam. Uangnya mw tak kumpulin, buat bekal kita kawin nanti"
Tarmonopun tersenyum puas. Esok hari dia berjanji ke kota untuk menjual HP sekennya yang entah akan laku berapa dan mulai menyongsong hari baru penuh harapan. Tanpa HP tentunya.


"Wikimu.com"

Read More......

Memaknai kematian

Jauh-jauh hari,saya minta izin ke suami andai tertuduh pelaku bom Bali I, Amrozi dkk minus Ali Imron jadi di eksekusi mati, saya ingin
takziah (melayat ke rumah duka). Tadinya ingin ke Tenggulung tapi terlalu jauh, ya sudah ke Lopang Gede saja ke kediaman Imam Samudera di Serang - Banten. Andai Allah izinkan, komplit sudah pengalaman hidup saya, karena waktu kecil cita -cita merasakan aura duka dari terhukum mati Kusni Kasdut tidak kesampaian.


oleh: Ritapunto


Jauh-jauh hari,saya minta izin ke suami andai tertuduh pelaku bom Bali I, Amrozi dkk minus Ali Imron jadi di eksekusi mati, saya ingin
takziah (melayat ke rumah duka). Tadinya ingin ke Tenggulung tapi terlalu jauh, ya sudah ke Lopang Gede saja ke kediaman Imam Samudera di Serang - Banten. Andai Allah izinkan, komplit sudah pengalaman hidup saya, karena waktu kecil cita -cita merasakan aura duka dari terhukum mati Kusni Kasdut tidak kesampaian.
Saya ingin mengambil hikmah dari ketangguhan para perempuan yang mengalami musibah berat, melihat tenangnya para ibunda mereka, saya menyimpan kekaguman luar biasa. Dalam ajaran islam--di haramkan menangisi jenazah apalagi sampai meraung - raung, hadistnya sangat kuat dan para sahabat , keluarga serta isteri Rasulullah SAW memberi contoh tidak menangis apalagi meraung ketika melepaskan jenazah nabi akhirul zaman ini.
Sungguh sesuatu yang pastinya sulit untuk dilakukan, padahal menangis adalah kodrati dari rasa duka cita. Saya saja, diam-diam menitikkan air mata ketika harus kehilangan bapak mertua tercinta, walau saya lakukan di dalam kamar. Kesedihan itu sulit di bendung, seluruh keluarga besar nyaris tidak menangis sampai jenazah benar-benar sudah damai di liang lahatnya. Terasa sekali kehilangan bapak mertua, yang di akhir hayatnya masih mengajak saya bertukar pikiran tentang "Tuhan". Cinta menyatukan kami dalam perbedaan, bapak sesepuh kebatinan dan saya seorang muslim bersinergi dalam keluarga besar yang harmonis. Sekalipun kita memaknai kematian dengan visi yang berbeda.
Dalam keyakinan saya, mati atau berpulang ke hadirat Illahi, adalah the next life yang wajib dijalani seorang muslim. Sejak dari alam ruh saat kita diciptakan dan ditiupkan pada segumpal darah yang kemudian menjadi janin manusia, berlanjut kepada alam dunia sejak bayi dilahirkan, selanjutnya ada peristiwa kematian yang berarti menujualam barzakh dalam gelapnya kubur. Alam barzakh kadang dimaknai negatif dan dibuat rumor - rumor yang menyeramkan, mungkin karena alam ini merupakan persinggahan sementara dari alam dunia menuju alam akherat yaitu alam kekal selamanya hidup yang
sesungguhnya dijalani. Kunci sukses kehidupan di akherat bagi seorang muslim ada di alam dunia.
Lalu bagaimana pandangan bapak mertua saya, menurut beliau kematian adalah akhir dari penciptaanNya. Manusia mati sama seperti semua kehidupan yang mati--menjadi nol, begitu seterusnya. Tapi ruh yang baik kemungkinan akan mendapatkan pengecualian yaitu ber-reinkarnasi. Konsep ini perpaduan antara paham atheisme dan Buddhism.
Jelas sangat bertentangan dengan paham saya yang meyakini bahwa perasaan seolah-olah kita merasa pernah mengalami kejadian atau mengenal seseorang yang baru kita kenal adalah kerja ruh yang menyimpannya dalam Lauh Mahfuz (Al-Qur'an memuat tentang Lauh Mahfuz yang dalam terjemahannya tiada kata yang bisa jadi padanannya, dimana semua kejadian alam semesta ada dalam Lauh Mahfuz)
Perbedaan visi ini, tidak berarti saya berjarak dengan beliau. Dimata saya beliau insan yang cemerlang , sampai usianya 82 tahun masih menuliskan catatan olah batinnya untuk diwariskan kepada pengikutnya dan sekalipun saya bukan pengikutnya tapi saya bangga menjadi mantunya, sayalah mantu yang paling dicarinya 3 hari menjelang ajalnya dan dimintai pendapat tentang,
"Siapakah dua sosok, yang sejak 3 hari lalu menunggui saya?" tanya beliau.
"Sosok pertama adalah keikhlasan jiwa bapak, yang kedua adalah kesabaran hati bapak. Keduanya akan menerangi jalan bapak menuju Tuhan," itu jawaban saya.
Bapak menanyakan apakah jawaban itu sama dengan keyakinan hidup saya sebagai muslim, jawab saya "tidak". Dalam ajaran saya bisa jadi mereka malaikat maut, tetapi bapak boleh memaknai kehadiran mereka sesuai keyakinan bapak. Dua hari kemudian bapak berpulang ke pencipta-Nya, damai dan tenang.


Read More......

Mengenai tebaran ramalan tarot



Di dalam metode peramalan tarot memang ada berbagai macam teknik namun secara garis besar ada 2 jenis teknik tebaran yakni:
1. Tebaran terstruktur contoh 3 tebaran : past - present - future
2. Tebaran Intutive Reading (peramalan secara intuisi) atau juga disebut tebaran bebas.

Ada pun cara mengartikan simbol yang ada pun berbeda antara Tebaran Terstruktur dengan Tebaran Bebas. Tebaran terstruktur biasanya diartikan kartu per kartu secara individual. Contoh kasus :


Di dalam metode peramalan tarot memang ada berbagai macam teknik namun secara garis besar ada 2 jenis teknik tebaran yakni:
1. Tebaran terstruktur contoh 3 tebaran : past - present - future
2. Tebaran Intutive Reading (peramalan secara intuisi) atau juga disebut tebaran bebas.

Ada pun cara mengartikan simbol yang ada pun berbeda antara Tebaran Terstruktur dengan Tebaran Bebas. Tebaran terstruktur biasanya diartikan kartu per kartu secara individual. Contoh kasus :

Rudy : Bagaimana kondisi keuangan saya secara keseluruhan?
Shiva : (Menggunakan 3 tebaran : past - present - future > Keluar kartu : 5 of Pentacles (Kekurangan/kawatir)- Hermit (Mencari keyakinan) - 9 of Pentacles (harus bersyukur dan menabung))

Kondisi keuangan Rudy di masa lalu kamu selalu merasa kekurangan dan tertekan sedangkan di masa sekarang pun kamu masih belum yakin akan kemapanan ekonomi. Sebenarnya masa depanmu itu bisa berkecukupan jika saja kamu bisa menabung dan tidak royal dan boros.

Sedangkan untuk Tebaran Bebas semua kartu yang keluar dirangkai menjadi satu kesatuan cerita. Cara mengartikan bisa dari kiri ke kanan maupun kanan ke kiri atau juga dari tengah kemudian ke kiri dan ke kanan.

Tebaran Bebas sangat bagus dipergunakan bagi mereka yang berkeinginan mempertajam indra ke 6 dan mempertajam naluri serta mata batin. Karena Tebaran Bebas memicu Chakra Mata ke 3 (Chakra Ajna) untuk bekerja lebih baik dan lebih awas. Ibarat berolah raga, semakin sering berlatih maka otot-otot kita bisa lebih kuat dan lentur.


Read More......

 

Home | Kampus | My Friendster | Posts RSS | Comments RSS | Blog Clasic

kumpulan artikel unik © Template Design by Herro | Publisher : Templatemu