Seorang pria merasa tidak enak badan. Ia mengunjungi seorang dokter untuk pemeriksaan menyeluruh. Setelah pria tersebut menunggu agak lama, dokter itu keluar sambil membawa hasil pemeriksaan.
Dokter : "Maaf saya harus mengatakan hal yang sangat buruk kepada Bapak" Pria : "Kenapa Dok ?" Dokter : "Keadaan anda sedang sekarat. Hidup anda tinggal sebentar lagi..." Pria : "Masih berapa lama lagi Dok ?" Dokter : "Sepuluh." Pria : "Sepuluh apa Dok ? Sepuluh tahun, sepuluh bulan atau sepuluh minggu?" Dokter : "Sembilan...." Pria : "Haaaaaaaaaaaa......." Dokter : "Delapan.... Tujuh .. Enam ."
Tiga orang pria sedang duduk diruangan sauna, Seorang Amerika, Jepang dan saudara kita orang Indonesia.
Keheningan didalam ruangan sauna dipecahkan oleh bunyi, ..bip,...bip,....bip...... Orang Amerika membuka telapak tangan kirinya, dan membaca tulisan yang tertulis ditelapak tangannya itu. Dua rekan se "sauna"nya dengan kagum melihat tulisan yang muncul ditelapak tangan orang Amerika tersebut.
Oh, telapak tangan saya telah ditanamkan cips, saya dapat langsung menerima pesan SMS tanpa alat , tertulis ditelapak tangan saya,...ujar si Amerika.
Sesaat kemudian terdengar dering telepon, orang Jepang mengangkat tangan kanannya, jempol didekatkan ke telinga sedangkan jari kelingking kebibirnya, Oh maaf, saya terima telepon dulu, tangan saya sudah berisi cips, saya dapat menerima dan berbicara melalui 2 jari saya tanpa menggunakan HP kata si Jepang.
Melihat semua itu, sahabat kita dari Indonesia mulai gugup, Apa yang bisa saya tunjukkan untuk mengalahkan orang orang ini? pikirnya. Karena stress, keinginannya untuk buang air besar tidak tertahankan lagi.
Usai buang air, dia kembali lagi ke ruang sauna, tetapi karena tidak biasa membasuh bokongnya dengan kertas toilet, seuntai kertas toilet masih berjuntai di belahan bokongnya.
Dengan keheranan dan jijik orang Jepang dan orang Amerika menunjuk ke untaian kertas "sisa" tsb dan berkata: Kertas apa itu yang tergantung dibokong anda...? Oh maaf, saya baru terima Fax, terima kasih..!
Di Tanah Abang Jakarta terlibatlah percakapan dua orang pemuda dari kampung halaman mereka masing masing. Pemuda Jawa: "Maaf, saya orang baru di Jakarta, baru datang dari Jawa.... eeeee.... apakah ini Tanah Abang ?" Pemuda Batak: "Oh, bukan....ini bukan tanah aku, sumpah ! Aku juga baru datang dari Medan, jadi aku juga tak tahu ini tanah siapa ?" :r
Si Ujang dari kampung hendak melamar kerja di sebuah perusahaan asing di Jakarta. Padahal bahasa Inggrisnya asli pas-pasan menuju babak belur...tapi dasar nekat, si Ujang melamar juga.
Ia disodori formulir berbahasa Inggris. "Euleuh...euleuh....bahasa Inggris, euy!" Ujang langsung ngisi formulir: NAME : UJANG KASEP PISAN ADDRESS: Jl. Atimaung No. 70 PHONE : 34598756 AGE : 28 SEX : ....
Sejenak si Ujang berpikir mengernyitkan dahinya, "Walah... kata pak ustad juga tidak boleh ini mah... pamali! Kumaha ini yaah jawabnyah ?"
Akhirnya Ujang yang polos itu mengisi dengan sejujur-jujurnya... SEX: NEVERRR!!!
Atiep lagi nyantep sarapan sambil baca koran di halaman depan, ketika ia tiba-2 dikagetkan dengan sebuah pukulan di belakang kepalanya.... "toennggg........" demikian bunyi piring seng yg dipukulkan oleh istrinya dan tepat mengenai botaknya....
Nggak ada ujan nggak ada angin digituin, si Atiep marah-2... "He...ngapain mukul-2 suamimu ????" "Lu dasar laki-2 hidung belang....." balas istrinya "siapa DESI yang kamu tulis namanya di kertas dalam dompetmu itu ?"
Atiep sempat gelagapan, nyaris kepergok selingkuhnya dengan DESI, untung dia langsung ketemu jurus ampuh buat menghindar..... "O... rupanya itu toh..... DESI itu nama Kuda taruhan, kemarin aku sempet taruhan sama temen-2 di kantor...." Untung sang istri percaya, jadi perang dunia tak jadi meletus....
Tiga hari kemudian.... "TOENG..." kali ini rantang mendarat di kepala Atiep yang botak dengan lebih kenceng... Ampir semaput....Atiep marah-2 sama istrinya.... "Kenapa kau pukul aku Mam ???" Istrinya dengan kalem menjawab : "TUH... KUDAMU telepon nyari kamu......"
siang itu guru bahasa indonesia sedang mengabsen muridnya.
guru : ahmad ahmad : hadir, pak. guru : ujang ujang: hadir guru : emon anak2 : tidak masuk pak guru : apa?? tidak masuk?? pintu segede gitu tidak bisa dimasuki emon! ahmad : eh, gak sekolah pak. guru : aduh kasian, emon gak bisa sekolah. dadang : oh, anu pak, tidak hadir. guru : oh, tidak hadir ngomong dong dari tadi.
3 orang profesor dari AS, Jerman dan Indonesia mengadakan conference teknologi di Bali, mereka menceritakan hasil penelitian terbaru mereka.
AS : Di negara saya pesawat terbang udah dapat mencapai ketinggian sama dengan matahari. Jerman + indo : Ah...masaa...??? AS : Hee...he..dibawah-bawah itu sedikit... Jerman + Indo : Oooo...gitu....mmmm Jerman : Di negara saya mobil udah bisa lari dengan kecepatan 100 km/mnt AS+ Indo : Hahh..masa'....iya...??? Jerman : Hee...dibawah-bawah itu sedikit... AS + Indo : Ooo..hmmm...iya... ya Indonesia: Di Indonesia seorang wanita dapat melahirkan dari lubang pusarnya... AS + Jerman : Hahh...gile...yang benar....!!! Indonesia: emmm...dibawah-bawah itu sedikit....
Seorang bos di sebuah perusahaan besar tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak ke pabriknya untuk melihat kinerja para karyawannya. Di pabrik keempat, ia menemukan seorang pria muda yang tengah bersandar di dekat pintu, nampaknya ia tengah bersantai. Semua pekerja yang ada diruangan itu tengah sibuk bekerja, kecuali dirinya.
Si bos segera menghampir pemuda tersebut dan bertanya, "Berapa gajimu seminggu?" Dengan sedikir terkejut, pemuda itu melihat ke arah si bos dan berkata, "Hmmmm sekitar 100.000 per minggu, kenapa memangnya?" Si bos mengeluarkan dompetnya dan mengambil dua lembar uang 100 ribu-an. Ia mengulurkannya pada si pemuda, "Ini gajimu untuk dua minggu dan cepat pergi dari sana. Aku tak mau melihatmu lagi." Dengan keterkejutan luarbiasa dan juga takut, si pemuda segera meninggalkan tempat tersebut tanpa banyak bicara.
Lalu dengan muka berwibawa si bos melihat para stafnya yang sedari tadi memperhatikan adegan itu. "Adakah yang tahu, dari divisi manakah pemuda pemalas tersebut," tanyanya. Suana menjadi hening sampai akhirnya seorang staf menjawab dengan sedikit ketakutan, "Ia tak bekerja disini. Ia adalah pengantar pizza dari yang mengatar pesanan personalia. :r
Dahulu kala pernah diadain kontes unjuk kebolehan para jagoan gunain senjata masing2x dr seluruh jagad. Alhasil hanya ada 3 jagoan yg masuk final.
Finalis-1 ROBINHOOD dgn panah mautnya. Dilepas seekor lalat oleh juri dia langsung membidik dan wuuuutt... kena.. Lalat jatuh terbelah jd 2 bagian. Penonton & juri berdecak kagum.
Finalis-2 ZORRO dgn anggar kilatnya. Dilepas jg seekor lalat dan beet... bett... Lalat jatuh terbelah jd 4 bagian. Penonton & juri tambah berdecak kagum.
Finalis3 SI PITUNG dgn golok saktinya. Lagi2x dilepas seekor lalat dan beett...beett..Lalatnya tetep aja terbang santai. Penonton meneriaki & mengejek. Kemudian juri dgn herannya bertanya "Hai Pitung apa hebatnya dgn golok km??" Si Pitung dgn santai & yakin banget menjawab "Ehh elu2x pade kagak liat ape itu Lalat baru aja gue KHITANIN alias di SUNAT!!!".. PENONTON & JURI : "HAAAHHHH!!!!!!????"
Dokter: Dengan menyesal harus saya katakan pada Anda bahwa Anda terkena tumor di otak.
Mr. Bean: Horee!!! (melompat kegirangan) Dokter: Anda mengerti maksud saya bukan? Mr. Bean: Tentu saja, apakah Anda kira saya bodoh? Dokter: Mengapa Anda begitu gembira? Mr. Bean: Karena itu membuktikan bahwa saya mempunyai otak.
Di sebuah kota kecil hiduplah seorang Arab yang berprofesi sebagai penjual jam. orang manggilnya "Wan abud" nah wan abud nawarin jam di pasar lewat tulisan yang terpampang didepannya ,"JAM 3000, DIJAMIN TIDAK RUSAK" ada seorng ibu- ibu kemudian membeli jam tersebut, dan baru beberapa menit tiba- tiba jam tersebut mati.
Lalu ibu tersebut kembali kepasar dengan hati yang dongkol. "wan abud kok jamnya rusak katanya dijamin tidak rusak". Lalu wan abud jawab entengnya aja menjawab, "Ane benar kan orang arab bacanya dari kanan". ( Rusak tidak dijamin )
Anak kecil yang ditanya hanya diam saja. Musafir tersebut bertanya kembali.
"Nak..,le..le..wat, ma..ma..mana, ka..ka..ka..kalau.., mau ke..ke.., pe..pe..pengina..na..pan, ter...ter..de..dekat ?"
Anak tersebut tetap diam, hanya memandang saja. Untuk ketiga kalinya, musafir itu bertanya, tapi tetap tidak mendapat jawaban. Akhirnya dia beranjak pergi, sambil menggerutu.
Seorang Bapak yang menyaksikan kejadian tersebut, menghampiri anak itu dan bertanya.
"Anak baik, kenapa tidak mau menjawab pertanyaan musafir tadi. Kamu tidak tahu jalan ke Penginapan ?"
"Sa..sa...saya, se..se..se...sebenarnya, ta..ta..tahu. Ta..tapi sa...sa...saya, ta..ta...ta..takut di ga..ga...ga...gampar." :r