Steven Johnson Syndrome
Beberapa hari yang lalu, diberitakan lebih dari dua orang terkena penyakit Steven Johnson Syndrome (SJS).
Seperti apakah penyakit itu?,, berikut sekelumit tentang penyakit SJS..
Apa itu Sindrom Steven Johnson (SJS)?
Menurut Webster’s New World Medical Dictionary, SJS didefinisikan sebagai Reaksi alergi sistemik (sistemik=menyerang keseluruhan tubuh, pen) dengan karakteristik berupa rash atau kemerahan yang mengenai kulit dan selaput lendir, termasuk selaput lendir mulut. Penyakit ini disebabkan oleh reaksi hipersensitif (alergi) terhadap obat atau virus tertentu.
Apa SJS Berbahaya?
Ya. SJS termasuk salah satu - kalau bukan satu satunya - penyakit kulit yang bisa menyebabkan kematian.
Karena menyerang selaput lendir, SJS bisa menyebabkan komplikasi berupa radang kornea (keratitis), menyerang bagian dalam bola mata (uveitis) bahkan sampai berakibat kebutaan. SJS juga bisa menimbulkan hepatitis (radang hati), nephritis (radang ginjal), perdarahan saluran cerna, arthritis (radang sendi), dan pneumonia.
Bagaimana mengetahui bahwa seseorang terkena SJS?
Ciri utama dari SJS adalah rash atau kemerahan kulit. Kemerahan ini akan timbul dalam bentuk dan ukuran yang beragam. Tempatnya bisa diseluruh tubuh. Dari wajah sampai ginital dan anus pun bisa terkena. Bagian kemerahan ini kemudian akan pecah sehingga kulit bagian dalam terlihat. Ini akan menimbulkan rasa sakit dan gatal pada penderitanya.
Kalau gejala ini muncul dalam 2 minggu setelah mengkonsumsi obat tertentu, biasanya kita akan menganggap bahwa SJS ini muncul karena diinduksi oleh obat tersebut.
Obat apa saja yang mungkin menimbulkan SJS?
Penelitian menunjukkan bahwa beberapa golongan antibiotik tertentu seperti Penisilin (Termasuk golongannya adalah amoksisilin, ampisilin), lalu ada juga laporan reaksi SJS setelah pemakaian antibiotik golongan sulfa, dan penenang golongan barbiturat (seperti fenobarbital).
Wah, kalau begitu berbahaya ya mengkonsumsi obat-obat tadi?
Penelitian menunjukkan bahwa SJS adalah kasus yang langka. Hanya 1 dari 2000 orang yang mengkonsumsi antibiotik penisilin yang terkena SJS. Karena itu Anda tak perlu takut.
Nah, jika Anda coba memeriksa kemasan obat, pastinya Anda akan menemukan tanda-tanda dengan warna. Apakah maksudnya?
a. Hijau dalam lingkaran hitam:
Obat bebas atau ”obat warung”. Anda bisa membeli tanpa resep dokter.
b. Biru dalam lingkaran hitam:
Obat ini lebih terbatas penjualannya, misalnya hanya di apotek. Anda bisa beli tanpa resep dokter. Namun, Anda harus lebih hati-hati, dengan jelas mengetahui jenis, indikasi, dan efek sampingnya. Anda harus membaca tanda peringatan yang ada, misalnya: obat hanya untuk ditelan, obat hanya untuk dikumur, hanya untuk bagian luar badan, tidak boleh ditelan, dan lainnya.
c. Merah dalam lingkaran hitam dengan tulisan K di dalamnya:
Obat ini adalah obat keras. Anda perlu resep dokter.
Sumber

Artikel









0 komentar:
Posting Komentar
tulis kritik, saran, ataupun makian anda...!!! ^_^